Tuesday, March 17, 2015

Where the ship goes...

Seharusnya saat ini aku bisa bersyukur atas apa yang telah aku dapatkan. Karena semuanya memang membutuhkan perjuangan dan air mata. (Wakakakaka, "Lebai sedikit"). Dua minggu menjadi waktu yang seharusnya cukup bisa menempaku lebih kuat, akan tetapi petunjuk dan tempat aku bersandar dan berpegang mulai terkikis dan terkoyak perlahan. Entah, kapal ini apakah mulai oleng karena mulai lapuk dan rapuh..dan entah kemana kapal ini akan berlabuh. ^_^!

"Jakarta Selatan... 10:32 pm"

Wednesday, April 25, 2012

Tak akan ada Asap yang tergantang

"Aku telah menapakkan kaki seribu kali, melangkah kecil, pelan dan perlahan meninggalkan sebuah rumah indan nan gagah. Menyusuri sepinya hutan, melintasi gelapnya malam, melewati bulan, menjauhi hari. Tak kala ragaku lemah, aku berbaring. Menutup bola mataku kemudian ku terbang diantara banyak bunga di padang ilalang. Hijau bertabur wewangian, berhiaskan warna warni kelopak mawar. Ku sentuh hingga ku terperangah dan alam nyataku kembali. Berkali kali  mimpi menghampiri hanya memberikan janji tanpa bukti lantas aku kembali menkadi musafir mengikuti jalan setapak yang mengular dengan sedikit berlari. Kupercepat meski kadang melambat. lelah dan berat hingga ku dengan sengaja disapa, aku menoleh dan tertunduk ku menatapnya. Ku tak berharap karena ku tak memiliki harap, pikir ku menerawang. Pun perasaan mengiba meminta "iya". Aku diguncang. Di permainkan rasaku sendiri. Sapaan yang biasanya hanya ada dalam angan selama ku berjalan, sapaan yang hadir secara kasatmata di dalam lelapku detik itu menjadi nyata. Ku hirup udara, dalam dan lama. Siapkah aku? Ku gapai lambainya, ku telan senyumnya. Mempesona. Aku merengek mengaguminya dan kini ku bersamanya. Laksana ku temukan oase di padang Sahara. Aku tak akan dahaga, aku akan menjaga sumber airnya gemericiknya dapat selalu ku dengar, kesejukannya dpata selalu lurasa dan aku dapat terus tenggelam dilamanya karena aku.....menyayanginya." Semoga setelah ini tak akan ada lagi asap yang tergantang :)

Tuesday, December 13, 2011

Alur cerita ini sudah tertebak

Perasaan bercampur aduk. Semua ini kesalahanku yang tidak tegas terhadap hidup dan kini aku pun kembali tertatih, merangkak menjalani sebuah kehidupan. Aku saat itu sudah rela melepasnya, biarkan dia memilih jalan hidupnya sendiri. Saat ini yang sangat tepat menggambarkan cerita kehidupanku adalah sebuah lagu yang ditembangkan Piyu. Biarkan kehidupan ini berjalan. Hingga aku menemukan sebuah jalan yang aku putuskan kelak. Cepat atau lambat, sakit itu akan terbuka kembali. Luka yg kemarin masih membekas dan mungkin akan terbuka lagi. Tuhan, berikan sebuah petunjuk kalo kehidupan itu harus tegas. Tidak tertuju pada rasa kasihan mengkasiani. ikhlaskan aku untuk semua ini sehingga aku bisa mundur perlahan dan teratur. video

Tuesday, November 15, 2011

Mencoba menulis kembali

sudah lama vakum di dunia blogger, ketika mencoba menulis pun terasa sukar sekarang. Haduh, bismillah...

Friday, August 13, 2010

Kepastian..

Pengecutkah? sudah berapa gadis yang menungguku untuk sebuah kepastian. Satu, Dua, atau Tiga? Jawabnya, lebih dari itu. Mereka menungguku akan sebuah kepastian hanya sekedar untuk dicintai, sekedar untuk diperhatikan. Sebenarnya, apa yang membuat kalian menyayangiku, apa yang membuat kalian mengorbankan banyak hal untukku? Aku hanya seorang lelaki biasa, tak ada sebuah kelebihan tersimpan dalam diriku. Tertulis sebuah kekurangan yang belum bisa untuk dimengerti. Maafkan aku yang saat ini hanya menjadi seorang pengecut yang tak pernah bisa menjawab semua pertanyaan dari kalian.

Tuesday, July 27, 2010

Bismillah....

"Saya kembali". Insya Allah akan memulai lagi untuk nge-blog. Setelah lama vakum karena kesibukan yang mendera, sekarang waktunya kembali untuk menorehkan kembali hati dan pikiran. Yes, I'm Bak this year.

Thursday, July 16, 2009

Kebenaran itu kan slalu ada..

Waktu adalah sebuah jawaban. Itulah sebuah kalimat yang sekarang ada di dalam pikiranku. Ketika aku awalnya bertanya-tanya pada suatu hal yang tak pernah ku ketahui sebelumnya. Waktu menjawab segalanya, memberikan sebuah petunjuk akan kebenaran, kebaikan ataupun sebaliknya.
Kenapa rasa sesal ini tak pernah hilang dari hidupku, ketika rasa terhadap dirinya itu datang, sesal itupun datang bersamanya. "Come on, ardi..life is moving a head. Don't see back of your black life". Itu adalah sebuah kalimat yang selalu dan selalu diucapkan oleh seorang temanku, ketika dia menghiburku when Im blue because of someone.
Sampai detik ini sebenarnya, aku tak pernah mengharap apapun darinya, "ngga..".
Waktu yang diberikanNya, menuntunku untuk melihatnya bahwa dia seseorang yang tak layak untukku, bahkan seseorang yang tak seharusnya ku kenal dalam hidupku. TuntunanNya, memberiku sebuah tindakan untuk menendang dia perlahan dari hidupku, yah perlahan...!
"Apa yang kau lakukan padaku...?". Kau tega...menghancurkan diriku, menyayat hatiku bahkan mencabiknya". Apa salahku...? Aku menangis akanmu, dan aku pernah bilang sesal ini tak akan pernah hilang. Kebaikanmu itu BUSUK.

Terimaksih waktu yang telah menuntunku untuk menemukan sebuah kebenaran. Dan berharap semua yang pernah kau lakukan padaku terbalaskan.