Tuesday, March 17, 2015

Where the ship goes...

Seharusnya saat ini aku bisa bersyukur atas apa yang telah aku dapatkan. Karena semuanya memang membutuhkan perjuangan dan air mata. (Wakakakaka, "Lebai sedikit"). Dua minggu menjadi waktu yang seharusnya cukup bisa menempaku lebih kuat, akan tetapi petunjuk dan tempat aku bersandar dan berpegang mulai terkikis dan terkoyak perlahan. Entah, kapal ini apakah mulai oleng karena mulai lapuk dan rapuh..dan entah kemana kapal ini akan berlabuh. ^_^!

"Jakarta Selatan... 10:32 pm"

Wednesday, April 25, 2012

Tak akan ada Asap yang tergantang

"Aku telah menapakkan kaki seribu kali, melangkah kecil, pelan dan perlahan meninggalkan sebuah rumah indan nan gagah. Menyusuri sepinya hutan, melintasi gelapnya malam, melewati bulan, menjauhi hari. Tak kala ragaku lemah, aku berbaring. Menutup bola mataku kemudian ku terbang diantara banyak bunga di padang ilalang. Hijau bertabur wewangian, berhiaskan warna warni kelopak mawar. Ku sentuh hingga ku terperangah dan alam nyataku kembali. Berkali kali  mimpi menghampiri hanya memberikan janji tanpa bukti lantas aku kembali menkadi musafir mengikuti jalan setapak yang mengular dengan sedikit berlari. Kupercepat meski kadang melambat. lelah dan berat hingga ku dengan sengaja disapa, aku menoleh dan tertunduk ku menatapnya. Ku tak berharap karena ku tak memiliki harap, pikir ku menerawang. Pun perasaan mengiba meminta "iya". Aku diguncang. Di permainkan rasaku sendiri. Sapaan yang biasanya hanya ada dalam angan selama ku berjalan, sapaan yang hadir secara kasatmata di dalam lelapku detik itu menjadi nyata. Ku hirup udara, dalam dan lama. Siapkah aku? Ku gapai lambainya, ku telan senyumnya. Mempesona. Aku merengek mengaguminya dan kini ku bersamanya. Laksana ku temukan oase di padang Sahara. Aku tak akan dahaga, aku akan menjaga sumber airnya gemericiknya dapat selalu ku dengar, kesejukannya dpata selalu lurasa dan aku dapat terus tenggelam dilamanya karena aku.....menyayanginya." Semoga setelah ini tak akan ada lagi asap yang tergantang :)

Tuesday, December 13, 2011

Alur cerita ini sudah tertebak

Perasaan bercampur aduk. Semua ini kesalahanku yang tidak tegas terhadap hidup dan kini aku pun kembali tertatih, merangkak menjalani sebuah kehidupan. Aku saat itu sudah rela melepasnya, biarkan dia memilih jalan hidupnya sendiri. Saat ini yang sangat tepat menggambarkan cerita kehidupanku adalah sebuah lagu yang ditembangkan Piyu. Biarkan kehidupan ini berjalan. Hingga aku menemukan sebuah jalan yang aku putuskan kelak. Cepat atau lambat, sakit itu akan terbuka kembali. Luka yg kemarin masih membekas dan mungkin akan terbuka lagi. Tuhan, berikan sebuah petunjuk kalo kehidupan itu harus tegas. Tidak tertuju pada rasa kasihan mengkasiani. ikhlaskan aku untuk semua ini sehingga aku bisa mundur perlahan dan teratur.

Tuesday, November 15, 2011

Mencoba menulis kembali

sudah lama vakum di dunia blogger, ketika mencoba menulis pun terasa sukar sekarang. Haduh, bismillah...

Friday, August 13, 2010

Kepastian..

Pengecutkah? sudah berapa gadis yang menungguku untuk sebuah kepastian. Satu, Dua, atau Tiga? Jawabnya, lebih dari itu. Mereka menungguku akan sebuah kepastian hanya sekedar untuk dicintai, sekedar untuk diperhatikan. Sebenarnya, apa yang membuat kalian menyayangiku, apa yang membuat kalian mengorbankan banyak hal untukku? Aku hanya seorang lelaki biasa, tak ada sebuah kelebihan tersimpan dalam diriku. Tertulis sebuah kekurangan yang belum bisa untuk dimengerti. Maafkan aku yang saat ini hanya menjadi seorang pengecut yang tak pernah bisa menjawab semua pertanyaan dari kalian.

Tuesday, July 27, 2010

Bismillah....

"Saya kembali". Insya Allah akan memulai lagi untuk nge-blog. Setelah lama vakum karena kesibukan yang mendera, sekarang waktunya kembali untuk menorehkan kembali hati dan pikiran. Yes, I'm Bak this year.

Thursday, July 16, 2009

Kebenaran itu kan slalu ada..

Waktu adalah sebuah jawaban. Itulah sebuah kalimat yang sekarang ada di dalam pikiranku. Ketika aku awalnya bertanya-tanya pada suatu hal yang tak pernah ku ketahui sebelumnya. Waktu menjawab segalanya, memberikan sebuah petunjuk akan kebenaran, kebaikan ataupun sebaliknya.
Kenapa rasa sesal ini tak pernah hilang dari hidupku, ketika rasa terhadap dirinya itu datang, sesal itupun datang bersamanya. "Come on, ardi..life is moving a head. Don't see back of your black life". Itu adalah sebuah kalimat yang selalu dan selalu diucapkan oleh seorang temanku, ketika dia menghiburku when Im blue because of someone.
Sampai detik ini sebenarnya, aku tak pernah mengharap apapun darinya, "ngga..".
Waktu yang diberikanNya, menuntunku untuk melihatnya bahwa dia seseorang yang tak layak untukku, bahkan seseorang yang tak seharusnya ku kenal dalam hidupku. TuntunanNya, memberiku sebuah tindakan untuk menendang dia perlahan dari hidupku, yah perlahan...!
"Apa yang kau lakukan padaku...?". Kau tega...menghancurkan diriku, menyayat hatiku bahkan mencabiknya". Apa salahku...? Aku menangis akanmu, dan aku pernah bilang sesal ini tak akan pernah hilang. Kebaikanmu itu BUSUK.

Terimaksih waktu yang telah menuntunku untuk menemukan sebuah kebenaran. Dan berharap semua yang pernah kau lakukan padaku terbalaskan.

Saturday, December 27, 2008

Kesalahan itu...

Bila aku harus mengulangi hidup ini,
Aku akan membuat kesalahan-kesalahan yang sama,
tetapi akan aku pastikan bahwa aku menemukan kesalahan-kesalahan itu jauh lebih awal.
Sehingga, penyesalan tak akan datang menjemput dan meng-elukanku.
Aku Tidak tau takdirku, tetapi aku tau hak-ku untuk mengubahnya.

Saturday, November 8, 2008

Sebuah catatan: Jogja - Jakarta

Ini adalah kedua kalinya aku berada di Jakarta dalam sebulan. Kedatanganku di kota yang penuh dengan kemacetan ini semata untuk mengadu nasib, mencari sebuah pekerjaan yang layak untukku. Jauh berangkat dari kota yang memberikan banyak kenyamanan "Jogja", menuju kota yang memberikan keterbatasan ruang untuk bernafas "Jakarta". Perjalanan kali ini menuntutku untuk lebih berjuang, bagaimana aku merasakan susahnya hidup dan tentunya jauh dari keluarga tercinta di Jogja. Aku masih ingat betul waktu itu, ketika Ayah dan sibungsu mengantarku ke stasiun, kami berlari panik karena kereta akan berangkat 5 menit lagi. Keterlambatanku bukan masalah waktu, tetapi aktivitasku yang baru saja pulang dari salatiga karena menyelesaikan project dengan Jamsostek.
Petualangan pun dimulai, Senin subuh aku sampai di Jakarta dan saat itu aku segera menuju rumah omku di Jakarta Selatan, perjalanan dari stasiun menuju rumah lumayan juga. kemudian selasa pagi, aku berangkat menuju kawasan Sudirman karena aku ada jadwal interview. Sebelum interview, aku bertemu dengan Mas Mamat. Seorang teman yang sudah seperti saudara sendiri. Dia meminjamiku dasi karena aku lupa membawa dasi dari Jogja. Waktu itu selasa pukul 8.45, aku menuju sebuah gedung mewah mungkin dengan ketinggian lebih dari 25 lantai. Dalam hatiku berkata "wuih gedungnya bagus, tinggi lagi". Aku tersenyum kemudian, dalam benak pun berkata "Aku orang biasa dari Jogja yang tak pernah terbiasa dengan pemandangan seperti ini". Tapi yang jelas kekampunganku tak boleh muncul. ....
to be continued...

Wednesday, August 13, 2008

I'm back this august

Setelah sekian waktu lamanya, akhirnya hari ini baru bisa posting juga. Bukan masalah sibuk atau tidak punya waktu, tetapi bisa dibilang karena puasa nge-blog. Hari ini baru bisa dibilang buka puasa untuk ngeblog. Dua bulan yang lalu setelah mendapatkan teguran dari seorang teman, aku berhenti sejenak untuk posting. Padahal sudah banyak ide dan tulisan yang akan diterbitkan. Ya itu pada dasarnya terbentur dengan masalah skripsi dan persiapan pendadaran. Setelah keduanya berjalan dengan lancar, maka kali ini aku kembali ke dunia maya. Wah, pasti sudah banyak teman yang merindukanku.
Bercerita sedikit tentang pendadaranku, sebelumnya aku berterima kasih sekali kepada teman baikku Galuh Cyntia Dewi yang sudah merelakan waktunya dan menjadi salah satu team succesku di pendadaran. Dia rela menungguku dari awal sampai selesai. Di ruangan itu, suasananya begitu sepi, jam dinding menunjukkan sekitar jam 14.45 wib dan hanya ada empat orang, aku dan tiga orang dosen penguji. (benar-benar deg2an). Nervous, pastilah! apalagi salah satu dosen pengujiku adalah seorang momok yang menakutkan untuk mahasiswa di HI UMY. Dosen yang jarang tersenyum dan dosen yang pernah melemparkan sebuah pulpen ke wajah mahasiswanya. Saat itu aku hanya terbayang, bagaimana seumpama aku dilempar bolpen oleh dosen itu. huh......
Setelah kurang lebih 45 menitan, selesai juga pendadaranku. Aku tidak terlalu ingat apa yang dibicarakan didalamnya, cuman cas cis cus in english gtuw. Yang aku ingat waktu itu ketika dosen momok itu mengatakan: Congratulation, You success to pass your thesis examination. wuih, akhirnya lega juga. Tapi ngomongin sedikit soal dosenku itu, sejauh ini sebenarnya aku belum pernah dimomokin sekalipun ama dia. Apa dia sensi dengan mahasiswa cewek yang berbaju minim? Ngga tau lah, kayaknya ibu dosen itu naksir aku (hahahahaha.....ngawur)
Terima kasih juga kepada seluruh teman atas doa dan smsnya. Berkat kalian, Alhamdulillah. semua berjalan lancar...
Insya allah sekarang tinggal menunggu wisuda tanggal 30 Agustus bulan ini. Terima kasih semuanya.

Sekarang aku ingin rasanya melompat setinggi mungkin. But after this, I have to prepare for job. Doakan saya lagi ya....

Monday, July 21, 2008

Masih cuti...

Monday, April 28, 2008

Djarum Leadership Tarining

" Dare To Be A Leader"


” I don’t think you have to be wearing stars on your shoulders or a title to be a leader.
Anybody who wants to raise his hand can be a leader any time”

- General Ronal Fogelman, US Air Force –


Sebenarnya acara ini sudah berlangsung pertengahan April lalu, tetapi baru sempat diposting hari ini. Acara ini adalah “Dare to be a leader” atau yang dikenal training to be a leader yang diselenggarakan oleh PT. Djarum bekerjasama dengan 'TopConcept, Training and Organisationsentwicklung' yang berpusat di Munich, Jerman dan memiliki cabang di Prague, Zurich, Vienna, dan Jakarta. Trainer dalam acara ini adalah Bapak Marthen Sumual, seorang trainer yang bisa memberikan semangat dan inspirasi for the participants.
Betapa menyenagkan bisa mengikuti program yang diadakan oleh PT. Djarum ”Dare to be a leader”, karena untuk menjadi peserta dalam training ini pun harus diseleksi secara ketat. Alhasil, jumlah peserta yang bisa mengikuti acara ini ada 80 mahasiswa dari Yogyakarta dan Jawa tengah. Sayangnya, kursi yang diberikan untuk Universitas dimana saya belajar hanya ada 7. Jadinya agak sedikit kecewa, karena Universitas Negeri mendapatkan kursi yang lebih banyak, berkisar antara 15 – 25 kursi. Hilda, salah satu rekan dari UMY mengatakan bahwa masih ada streotype kalau universitas swasta masih diremehkan atau dimarginalkan. Padahal sekarang Universitas swasta dan negeri tidak ada bedanya.
Training berlangsung selama dua hari yang sedikit meletihkan. Tetapi untungnya, kita bisa menginap gratis di Hotel Quality Jogja selama semalam. Soal makanan tidak diragukan lagi, pokoknya perbaikan gizi buat yang kost.

Apa yang bisa saya tangkap dalam training ini adalah bahwa seorang pemimpin sejati muncul ketika seseorang menemukan visi dan misi hidupnya, ketika terjadi kedamaian dalam diri (inner peace) dan membentuk bangunan karakter yang kokoh, ketika setiap ucapan dan tindakannya mulai memberikan pengaruh kepada lingkungannya, dan ketika keberadaannya mendorong perubahan dalam organisasinya. Leadership is to move people to a common goal.
Training ini sangat berguna untuk para generasi muda untuk menghadapi tantangan dan kompetisi global. Dalam menghadapi tantangan yang ada, maka yang diperlukan setiap orang adalah sebuah landasan mental yang positif.

Positif terhadap orang lain
Positif terhadap perubahan
Positif terhadap masa depan
Karena ada dua hal yang bisa mengantar kita untuk menuju ke pintu kesuksesan, yaitu:
- sikap postif
- Tekad untuk selalu belajar

Kalau ada yang mengatakan training ini sebagai ajang mencari jodoh, menurut peserta ada yang mengatakan bisa juga. Soalnya dari beberapa peserta putri, ada yang ditaksir oleh banyak peserta cowok yang bernama Irine, mahasiswi Hukum UGM. kalau saya??? biasa saja kok...

Tuesday, April 22, 2008

My April...

April-ku datang. April, dimana aku memanjatkan syukur yang lebih kepadaNya. Hari ini, aku bersujud dihadapanMu dengan penuh rasa terima kasih atas kehidupan yang tlah Kau berikan kepadaku sebagai seorang HambaMu. Terima kasih Tuhan...

Kalimat syukur itu terucap dalam hatiku. Hari ini aku berumur 22 tahun. Umur yang sepertinya tak tepat dan tak pantas untukku. Menurutku, aku sepertinya lebih pantas berumur 19 tahunan. Karena wajah yang menurut mantanku, ”masih seumuran adik kandungnya yang berumur 18 tahun” dan sifatku yang terkadang masih seperti anak SMA. ”Wake up Ardhi, kamu sudah semester VIII”. The age must go on... dan aku harus menyadari bahwa aku sudah berkepala dua lebih. Tak terasa begitu cepatnya waktu kan berlalu.

Dan hari ini...

Tuhan memberikan sebuah anugrah terhebat dalam hidupku. Hingga detik ini, aku belum bisa mengungkapkan apa yang tlah Tuhan berikan padaku...aku hanya bisa mengucapkan luar biasa. Hari ini, aku bisa berkumpul dengan keluarga tersayangku, berbagi dengan saudaraku, tertawa dengan teman terbaikku. Hari ini aku benar merasakan cinta yang mereka berikan kepada diriku. Walaupun tidak ada party dalam menyambut hari kelahiranku, aku bisa merasakan kasih sayang mereka hingga waktu ini. Sekali lagi terima kasih Tuhan, atas Anugrah terhebat ini. Trima kasih, Kau tlah menghadirkan mereka untukku.

(My mom, me dan Bungsu saat waktu menunjukkan 19 april 2008, pukul 12.01 am. Masih ngantuk...)



Kutiup lilin kecilku
AKu bernyanyi

tersenyum
tertawa

Berteriak
Aku bersenandung
Aku bersyukur
Aku bersujud
Dan aku berdo’a.
Terima kasih Tuhan atas kehidupan ini...



Monday, April 7, 2008

Untuk dia...

Dia,
yang menunggu...
yang berharap...
yang bermimpi...

tidak untuk hari ini...
esok hari..
.
dan tidak untuk nanti...

Kepasrahanmu...
Kekecewaanmu...
Keputusasaanmu...

Maaf, Aku tak bisa...
Aku ak pantas,
dan tak layak
bersamamu...

Bukan karena ku tak menganggapmu
Bukan karena aku merendahkanmu
Bukan karena aku meremehkanmu
Tapi, karena kau tak ada ruang dihatiku

Dan karena,
Aku masih menanti kehadi
rannya kembali...

Thursday, April 3, 2008

Saatnya balas dendam....

Menurut banyak orang kata "balas dendam" itu konteksnya tidak baik, lebih baik memaafkan kesalahan orang daripada balas dendam di kemudian hari. Tetapi permasalahan ini berbeda dengan diriku. Belakangan ini mungkin aku salah satu orang yang tidak disukai oleh anak-anak semester bawah yang sedang menempuh ujian mid-semester, karena kali ini aku menjadi seorang pengawas ujian. Betapa menantangnya menjadi seorang pengawas ujian karena harus waspada disetiap detiknya. Ngga' boleh ada yang nyontek, karena sudah ada peraturan yang menyatakan "cheating or being cheated is strictly prohibited". Karena aku adalah orang taat pada peraturan tertentu, mau tidak mau harus obey the rule! Yah begitu rasanya, ketika kita mendapatkan soal ujian yang sulit dikerjakan, banyak orang menghalalkan segala cara untuk bisa mengerjakannya. Makanya setiap ada gerak-gerik yang mencurigakan, mataku langsung tertuju pada peserta ujian. "please, don't discuss the questions with your friends or your exam will be scored zero". Makanya harus was-was...
Ingin rasanya berbagi pengalaman. Dulu sewaktu aku mengerjakan ujian, akupun juga merasa begitu. Betapa terancamnya aku ketika akan menyontek hasil pekerjaan teman or menyontek dari catatan kecil. Tetapi untunglah, itu tidak terjadi padaku (nyontek). Makanya daripada menyontek lebih baik mengerjakan sebisa mungkin, ngawur juga tidak apa-apa yang penting dikerjakan. Itukan sudah hasil pekerjaan kita sendiri.

Yang Bikin peserta ujian semakin cemas, ketika waktu ujian sudah habis. Makanya, selesai or tidak selesai pekerjaan mereka harus aku ambil. sebenarnya tidak tega, tapi bagaimana lagi. Aku dulu juga diperlakukan begitu.
Semoga pembalasan ini tidak berdosa buat diriku karena hal ini untuk melatih kedisiplinan kita semua. Maafkan saya....

Wednesday, March 12, 2008

Rabu yang berlalu dengan gosip

Diwaktu mengerjakan skripsi yang terus dikejar deadline, aku mencuri waktu untuk kembali posting diblog. Hari ini memang hari yang biasa, dimana aku harus bertatap muka kembali dengan Pak dosen pembimbing skripsi yang njaweni itu. Karena masih berotak-atik di chapter 1, Pak dosen meminta kembali untuk mengganti theory yang sudah aku pakai. Dalam hati sedikit dongkol, karena sudah 3 kali disuruh ganti theory. Walaupun sudah beradu argument, tetapi Pak dosen masih saja menyangkalnya. Setelah selesai bimbingan, kusempatkan untuk membaca referensi-referensi skripsi di Lab HI. Wah ternayata disitu, aku bertemu dengan teman senasib seperjuanganku, namanya Eddy. Banyak orang bilang, nih anak mirip banget sama Ringgo Agus Rahman. Bagi yang ngefans, bisa kok menghubungi dia (ga’ nyambung). Akhirnya aku luapkan semua kedongkolanku sewaktu bimbingan skripsi tadi kepada Eddy. Aku pun menggerutu kepada dia, ”kalau saja skripsi kita pakai bahasa Indonesia pasti lebih cepat”. Akhirnya setelah membaca dan membaca, kita pun melangkahkan kaki untuk ke kantin. Ternyata ada menu baru di kantin, namanya Bakso bakar. Bakso berasa sate. Makannya pun ala lesehan, dibawah pohon, plus full music. Weits, ternyata disana ada beberapa sekelompok wanita yang sedang mencicipi bakso bakar juga dan mereka tidak asing buat diriku. Mereka adalah my lecturer, my tutor dan juga si Upi. Dan ternyata, disana juga ada Mbak Unai dan rekannya. Akhirnya aku sempatkan untuk mengobrol dengan mbak Unai. Beberapa menit kemudian mbak unai harus back to work. Aku pun melanjutkan perbincangan dengan wanita-wanita itu dan juga si Ringgo ala UMY. Tetapi yang ada malah ngegossipin orang, dari teman sampai artis JuPE (Julia Perex, eh maaf Julia Perez), trus Julie estelle yang kata tutorku, t*k*knya kecil banget. Kalau sudah menggosipin artis, aku pasti speechless karena ngga’ uptodate. Dalam hatiku terucap dasar wanita predikatnya biang gosip!

Sang tutor pun menambahkan, katanya dia tidak bisa membayangkan ketika Jupe sudah lanjut usia. Apakah masih seperti itu....? Berbeda halnya dengan Julie Estelle, kalau artis ini diprediksi sewaktu pake kemben di masa tuanya, kembennya bakal melorot... Benar tidak? Hari Rabu yang berlalu dengan mendengarkan gosip. daripada menggosip mending cukup mendengarkan saja...

Wednesday, February 27, 2008

sekedar posting..

Akhirnya baru bisa posting juga, setelah beberapa hari sempat bingung. Bingung dengan alasan dihadapkan pada masalah deadline skripsi yang mesti selesai dalam dua bulan ini. Mana orangtua selalu ribut nanyain perkembangan skripsi sampai BAB berapa, "sebenarnya skripsiku BAB-LAs, ayah..." terkendala di bahan, buku dan referensi untuk mendukung case study yang aku angkat di dalam skripsi, untungnya kemaren sempat dibawakan majalah Natinal geographic oleh seorang teman, yang dimana ada titik terang dari case study yang aku ambil. Jadinya dalam beberapa minggu kemarin harus kejar deadline. Adakah yang tahu bagaimana ngeblog tanpa dihadapkan pada persoalan skripsi? ada yang tau?

Wednesday, February 20, 2008

Baru Bingung...

Ntah apa yang ada dikepalaku akhir-akhir ini...semuanya membingungkan! untuk bebrapa minggu ini, aku belum bisa update blog...mesti bertapa dulu meminta petunjuk kepadaNya.

Saturday, February 2, 2008

Diplekoto...

Waktu itu hari sabtu menunjukkan jam 3 sore, aku sedang asyik dengan Rere (motor Revo Redku). Sejenak kemudian musuh-musuh kecilku berdatangan, mereka adalah adhek bungsuku dan Sikembar bersaudara yang tak mirip itu (Risa dan Rifa). Mereka tiba-tiba merengek kepadaku untuk diantarkan ke game center yang tak jauh dari tempat tinggal kami, sudah pasti mereka akan bermain PS. Dalam perjalanan, bungsu sudah biasa mengincar untuk duduk di depan, karena dia pasti bermain-main dengan klakson. Sedangkan sikembar duduk dibelakang dengan candaan mereka dan pastinya mengganggu pengendara sepeda onthel yang lewat. Setibanya di game center, mereka mengajakku untuk bermain PS. Aku sudah mengelaknya, tetapi mereka bertiga tetap memaksaku. Alhasil mereka berhasil membujukku. Didalamnya hanya terlihat anak-anak kecil yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). wah perasaan malu pun muncul, karena aku yang paling besar di tempat itu. Penjaganya saja masih anak SMA. Tapi biarkan saja, cuek dikitlah! Sibungsu datang sambil bertanya, "mas mau maen game apa?" aku pun menjawab dengan nada tidak bersemangat, "ya udah terserah aja!". lalu dia pun berlari ke arah penjaga PS dan mengambil sebuah CD PS yang permainannya NARUTO. Kemudian aku tersenyum kepada si Bungsu, "wah asyik juga nih NARUTO!". Saat aku melihat kearah sikembar, mereka berdua sudah sibuk bermain in pairs. Sibungsu menantangku untuk bermain Naruto, karena aku suka dengan karakter Sasuke dalam film kartun Naruto makanya aku memakai Sasuke sedangkan siBungsu memakai Neji, Rock lee, kakashi, Jiraiya, Naruto dan yang lainnya. Dipakainya tokoh-tokoh itu secara bergantian. Alhasil dari 20 pertandingan yang ada selama kurang lebih 2 jam, aku hanya bisa menang 4 pertandingan saja. Semuanya hampir didominasi oleh sibungsu. Karena aku kalah dalam pertandingan itu, aku harus membayar ongkos untuk main game. Kemudian Sibungsu dan sikembar meminta untuk ditraktir makan di warung depan game center. Wah ternyata aku hanya dikerjain sama musuh-musuh kecilku. Kakak yang bodoh...

Sunday, January 27, 2008

Terlalu cepatkah untuk kasmaran?

Hatiku kembali terikat oleh seseorang. Terikat dalam arti ada yang membuat diriku terdiam sejenak saat aku melihatnya. Aku tak tau kenapa ini bisa terjadi. Aku bertanya, kenapa sangat mudah bagi diriku untuk melupakan seseorang yang dulu pernah singgah di hidupku? Seseorang yang dulu pernah mewarnai hari-hariku, seseorang yang dulu aku bangga-banggakan kepada orangtuaku, dan seseorang yang dulu pernah mengatakan “anak laki-laki ngga’ boleh cenggeng”. Tapi semua itu sudah berakhir. Dan kini aku telah menemukan pengganti dirinya. Sosok wajah yang sebenarnya sudah aku kenal beberapa tahun yang lalu. Tapi mungkin aku terkadang luput untuk memperhatikan dirinya. Aku baru menyadari sekitar dua minggu ini, saat aku bertemu dengan dirinya sewaktu dia mengajar santrinya di TPA (Tempat Pendidkan Al-Qur’an). Dalam hatiku awalnya hanya iseng yang terucap, “ternyata dia manis juga, ya!” Tetapi setelah ucapan iseng itu, pikiran dan mataku selalu tertuju pada dirinya ketika aku menjemput adhikku siBungsu di TPA. Dia, dia yang begitu menawan seperti rembulan bercahaya. Setiap melihat senyumnya pun, aku tak tahan untuk segera membalas senyuman manisnya. Lamunanku terisi oleh bayang-bayang wajahnya...Jika Yang berkuasa berkehendak, aku mohon dia bisa hadir dalam hidupku.