Wednesday, February 27, 2008

sekedar posting..

Akhirnya baru bisa posting juga, setelah beberapa hari sempat bingung. Bingung dengan alasan dihadapkan pada masalah deadline skripsi yang mesti selesai dalam dua bulan ini. Mana orangtua selalu ribut nanyain perkembangan skripsi sampai BAB berapa, "sebenarnya skripsiku BAB-LAs, ayah..." terkendala di bahan, buku dan referensi untuk mendukung case study yang aku angkat di dalam skripsi, untungnya kemaren sempat dibawakan majalah Natinal geographic oleh seorang teman, yang dimana ada titik terang dari case study yang aku ambil. Jadinya dalam beberapa minggu kemarin harus kejar deadline. Adakah yang tahu bagaimana ngeblog tanpa dihadapkan pada persoalan skripsi? ada yang tau?

Wednesday, February 20, 2008

Baru Bingung...

Ntah apa yang ada dikepalaku akhir-akhir ini...semuanya membingungkan! untuk bebrapa minggu ini, aku belum bisa update blog...mesti bertapa dulu meminta petunjuk kepadaNya.

Saturday, February 2, 2008

Diplekoto...

Waktu itu hari sabtu menunjukkan jam 3 sore, aku sedang asyik dengan Rere (motor Revo Redku). Sejenak kemudian musuh-musuh kecilku berdatangan, mereka adalah adhek bungsuku dan Sikembar bersaudara yang tak mirip itu (Risa dan Rifa). Mereka tiba-tiba merengek kepadaku untuk diantarkan ke game center yang tak jauh dari tempat tinggal kami, sudah pasti mereka akan bermain PS. Dalam perjalanan, bungsu sudah biasa mengincar untuk duduk di depan, karena dia pasti bermain-main dengan klakson. Sedangkan sikembar duduk dibelakang dengan candaan mereka dan pastinya mengganggu pengendara sepeda onthel yang lewat. Setibanya di game center, mereka mengajakku untuk bermain PS. Aku sudah mengelaknya, tetapi mereka bertiga tetap memaksaku. Alhasil mereka berhasil membujukku. Didalamnya hanya terlihat anak-anak kecil yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). wah perasaan malu pun muncul, karena aku yang paling besar di tempat itu. Penjaganya saja masih anak SMA. Tapi biarkan saja, cuek dikitlah! Sibungsu datang sambil bertanya, "mas mau maen game apa?" aku pun menjawab dengan nada tidak bersemangat, "ya udah terserah aja!". lalu dia pun berlari ke arah penjaga PS dan mengambil sebuah CD PS yang permainannya NARUTO. Kemudian aku tersenyum kepada si Bungsu, "wah asyik juga nih NARUTO!". Saat aku melihat kearah sikembar, mereka berdua sudah sibuk bermain in pairs. Sibungsu menantangku untuk bermain Naruto, karena aku suka dengan karakter Sasuke dalam film kartun Naruto makanya aku memakai Sasuke sedangkan siBungsu memakai Neji, Rock lee, kakashi, Jiraiya, Naruto dan yang lainnya. Dipakainya tokoh-tokoh itu secara bergantian. Alhasil dari 20 pertandingan yang ada selama kurang lebih 2 jam, aku hanya bisa menang 4 pertandingan saja. Semuanya hampir didominasi oleh sibungsu. Karena aku kalah dalam pertandingan itu, aku harus membayar ongkos untuk main game. Kemudian Sibungsu dan sikembar meminta untuk ditraktir makan di warung depan game center. Wah ternyata aku hanya dikerjain sama musuh-musuh kecilku. Kakak yang bodoh...

Sunday, January 27, 2008

Terlalu cepatkah untuk kasmaran?

Hatiku kembali terikat oleh seseorang. Terikat dalam arti ada yang membuat diriku terdiam sejenak saat aku melihatnya. Aku tak tau kenapa ini bisa terjadi. Aku bertanya, kenapa sangat mudah bagi diriku untuk melupakan seseorang yang dulu pernah singgah di hidupku? Seseorang yang dulu pernah mewarnai hari-hariku, seseorang yang dulu aku bangga-banggakan kepada orangtuaku, dan seseorang yang dulu pernah mengatakan “anak laki-laki ngga’ boleh cenggeng”. Tapi semua itu sudah berakhir. Dan kini aku telah menemukan pengganti dirinya. Sosok wajah yang sebenarnya sudah aku kenal beberapa tahun yang lalu. Tapi mungkin aku terkadang luput untuk memperhatikan dirinya. Aku baru menyadari sekitar dua minggu ini, saat aku bertemu dengan dirinya sewaktu dia mengajar santrinya di TPA (Tempat Pendidkan Al-Qur’an). Dalam hatiku awalnya hanya iseng yang terucap, “ternyata dia manis juga, ya!” Tetapi setelah ucapan iseng itu, pikiran dan mataku selalu tertuju pada dirinya ketika aku menjemput adhikku siBungsu di TPA. Dia, dia yang begitu menawan seperti rembulan bercahaya. Setiap melihat senyumnya pun, aku tak tahan untuk segera membalas senyuman manisnya. Lamunanku terisi oleh bayang-bayang wajahnya...Jika Yang berkuasa berkehendak, aku mohon dia bisa hadir dalam hidupku.

Sunday, January 20, 2008

Bukan sembarang OB..

Satu minggu yang lalu, saya baru saja menyelesaikan magang di sebuah instansi Pemerintah di Kota Jogja. Magang ini adalah syarat untuk kelulusan meraih gelar S1 dari Universitas, dan juga sebagai syarat untuk pengganti KKN. Kalau KKN modelnya harus terjun ke desa-desa terpencil, karena saya masih tinggal di desa, saya beralih untuk mengambil magang.
Awalnya saya merasa tidak tertarik sama sekali untuk magang di instansi Pemerintah, soalnya pekerjaan di tempat itu bukan lain hanyalah menjadi seorang OB (office boy), yang tiap hari kerjaanya mem-fotocopy berkas-berkas, menge-fax, dan menerima telepon. Untungnya, saya tidak disuruh untuk membuatkan minum dan mempersiapkan buat lunch. Kalau iya, pasti saya langsung keluar dari tempat itu. Mending juga kalau ada Mas sayukti, Mpok odah, Mbak Sashya, Pak Hendra dll, lha ini OB biasa banget....
Dua minggu kemudian, Pak Kepala di tempat saya magang baru kembali dari Jakarta karena beliau satu minggu ada urusan di DEPLU RI. Nah ketika saya ditempatkan satu ruang dengan bapak Kepala, betapa senangnya saya, saya mendapatkan pengalaman yang luar biasa bersama beliau. Beliau mengajarkan bagaimana kita bersikap dengan orang asing yang notabene dari luar negeri, terus mengajarkan bagaimana membuat surat untuk orang asing, menerima tamu-tamu dari luar negeri. Yang paling menyenangkan, ketika beliau mengajak saya untuk belajar maen golf di adisucipto. Dalam hati yang terucap hanyalah, "wah kesampean juga bisa megang stick Golf". Kemudian yang paling kenyang, saat beliau mentraktir saya pada waktu lunch di Malioboro Mall, traktirannya pun tidak hanya sekali-dua kali tapi sering lho...makanya setelah selesai dari magang, berat badan pun malah naik 2 kg. Eits, ternyata dapat uang saku juga dari Instansi pemerintah itu. Wuih senangnya, tak sia-sia awalnya menjadi seorang OB. Kalau saya bandingkan dengan teman-teman saya yang magang di PERTAMINA PUSAT Jakarta, mereka malah tidak mendapatkan uang saku sepeser pun. Memang sepantasnya saya bersyukur....yang terakhir saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kepala yang telah mendidik dan memberikan pengalaman yang luar biasa. Terima kasih.
(penggunaan kata "saya" digunakan, karena postingan ini berhubungan dengan Bapak Kepala)

Thursday, January 10, 2008

Mengejar idealisme di tahun 2008

Sedikit agak terlambat untuk mengucapkan "happy new year", tetapi karena ini berhubung masih dalam tahun Baru 1 Hirjriah jadinya postingan ini belum terlambat. Postingan ini sekaligus untuk menjawab PR dari bunda Ria tempo hari lalu. Tahun baru dah dimulai, perjalanan baru pun segera dimulai. Banyak orang berharap di tahun ini agar mendapatkan kehidupan yang lebih baik, banyak rejeki, begitu pula dengan diriku. Aku ingin idealisme-ku ditahun ini tercapai, mengejar idealisme di tahun 2008. Yang paling penting adalah bagaimana aku bisa lulus kuliah ditahun ini... Doa'ain aku ya!
untuk semuanya, ardhi mohon didoa'in ya semoga bisa lulus tahun ini, soalnya biaya kuliah kan bayarnya semakin mahal...Orangtua mesti berkeringat buat bayar kuliah. ..thank you!

Thursday, January 3, 2008

Menutup cerita di 2007

Satu tahun t'lah berlalu, menuju hari-hari penuh harapan. Meninggalkan kenangan kusam yang tak pernah terjawab sebelumnya. Tetapi sebuah jawaban datang ketika aku mengadu kepada seorang teman. Akhirnya kenangan kusamku terjawab di awal pergantian tahun ini, aku bert'rima kasih kepadanya,seorang yang baru saja menyadarkan hidupku. Aku menyadari bahwa setahun yang lalu aku pernah melangkahkan kakiku ke jalan yang sedikit salah. Menyesal bukanlah jawabannya, karena penyesalan itu tak kan ada habisnya. Yang ada bagaimana kita bangun dari bayang masa lalu kita.
Kini aku mencoba 'tuk meninggalkan kenangan terkusam dalam hidupku. Mencoba untuk tidak mengingat kenangan itu kembali. (Tuhan, tolong lindungi diriku).
Intinya, "Bagaimana sakit dan perihnya diperlakukan oleh seorang yang dulu pernah singgah dihidupku".

kau, pergilah jauh dari diriku...
Raihlah apa yang seharusnya bisa kau raih...
Dapatkan apa yang seharusnya bisa kau dapatkan...
menyadari bahwa...
kau bukan orang terbaik 'tuk diriku..
dan aku bukan orang terbaik tuk dirimu...
karena kuyakin jalan hidup kita memang sangatlah berbeda...
(by Ardhi)