Tuesday, December 13, 2011

Alur cerita ini sudah tertebak

Perasaan bercampur aduk. Semua ini kesalahanku yang tidak tegas terhadap hidup dan kini aku pun kembali tertatih, merangkak menjalani sebuah kehidupan. Aku saat itu sudah rela melepasnya, biarkan dia memilih jalan hidupnya sendiri. Saat ini yang sangat tepat menggambarkan cerita kehidupanku adalah sebuah lagu yang ditembangkan Piyu. Biarkan kehidupan ini berjalan. Hingga aku menemukan sebuah jalan yang aku putuskan kelak. Cepat atau lambat, sakit itu akan terbuka kembali. Luka yg kemarin masih membekas dan mungkin akan terbuka lagi. Tuhan, berikan sebuah petunjuk kalo kehidupan itu harus tegas. Tidak tertuju pada rasa kasihan mengkasiani. ikhlaskan aku untuk semua ini sehingga aku bisa mundur perlahan dan teratur.

Tuesday, November 15, 2011

Mencoba menulis kembali

sudah lama vakum di dunia blogger, ketika mencoba menulis pun terasa sukar sekarang. Haduh, bismillah...

Friday, August 13, 2010

Kepastian..

Pengecutkah? sudah berapa gadis yang menungguku untuk sebuah kepastian. Satu, Dua, atau Tiga? Jawabnya, lebih dari itu. Mereka menungguku akan sebuah kepastian hanya sekedar untuk dicintai, sekedar untuk diperhatikan. Sebenarnya, apa yang membuat kalian menyayangiku, apa yang membuat kalian mengorbankan banyak hal untukku? Aku hanya seorang lelaki biasa, tak ada sebuah kelebihan tersimpan dalam diriku. Tertulis sebuah kekurangan yang belum bisa untuk dimengerti. Maafkan aku yang saat ini hanya menjadi seorang pengecut yang tak pernah bisa menjawab semua pertanyaan dari kalian.

Tuesday, July 27, 2010

Bismillah....

"Saya kembali". Insya Allah akan memulai lagi untuk nge-blog. Setelah lama vakum karena kesibukan yang mendera, sekarang waktunya kembali untuk menorehkan kembali hati dan pikiran. Yes, I'm Bak this year.

Thursday, July 16, 2009

Kebenaran itu kan slalu ada..

Waktu adalah sebuah jawaban. Itulah sebuah kalimat yang sekarang ada di dalam pikiranku. Ketika aku awalnya bertanya-tanya pada suatu hal yang tak pernah ku ketahui sebelumnya. Waktu menjawab segalanya, memberikan sebuah petunjuk akan kebenaran, kebaikan ataupun sebaliknya.
Kenapa rasa sesal ini tak pernah hilang dari hidupku, ketika rasa terhadap dirinya itu datang, sesal itupun datang bersamanya. "Come on, ardi..life is moving a head. Don't see back of your black life". Itu adalah sebuah kalimat yang selalu dan selalu diucapkan oleh seorang temanku, ketika dia menghiburku when Im blue because of someone.
Sampai detik ini sebenarnya, aku tak pernah mengharap apapun darinya, "ngga..".
Waktu yang diberikanNya, menuntunku untuk melihatnya bahwa dia seseorang yang tak layak untukku, bahkan seseorang yang tak seharusnya ku kenal dalam hidupku. TuntunanNya, memberiku sebuah tindakan untuk menendang dia perlahan dari hidupku, yah perlahan...!
"Apa yang kau lakukan padaku...?". Kau tega...menghancurkan diriku, menyayat hatiku bahkan mencabiknya". Apa salahku...? Aku menangis akanmu, dan aku pernah bilang sesal ini tak akan pernah hilang. Kebaikanmu itu BUSUK.

Terimaksih waktu yang telah menuntunku untuk menemukan sebuah kebenaran. Dan berharap semua yang pernah kau lakukan padaku terbalaskan.

Saturday, December 27, 2008

Kesalahan itu...

Bila aku harus mengulangi hidup ini,
Aku akan membuat kesalahan-kesalahan yang sama,
tetapi akan aku pastikan bahwa aku menemukan kesalahan-kesalahan itu jauh lebih awal.
Sehingga, penyesalan tak akan datang menjemput dan meng-elukanku.
Aku Tidak tau takdirku, tetapi aku tau hak-ku untuk mengubahnya.

Saturday, November 8, 2008

Sebuah catatan: Jogja - Jakarta

Ini adalah kedua kalinya aku berada di Jakarta dalam sebulan. Kedatanganku di kota yang penuh dengan kemacetan ini semata untuk mengadu nasib, mencari sebuah pekerjaan yang layak untukku. Jauh berangkat dari kota yang memberikan banyak kenyamanan "Jogja", menuju kota yang memberikan keterbatasan ruang untuk bernafas "Jakarta". Perjalanan kali ini menuntutku untuk lebih berjuang, bagaimana aku merasakan susahnya hidup dan tentunya jauh dari keluarga tercinta di Jogja. Aku masih ingat betul waktu itu, ketika Ayah dan sibungsu mengantarku ke stasiun, kami berlari panik karena kereta akan berangkat 5 menit lagi. Keterlambatanku bukan masalah waktu, tetapi aktivitasku yang baru saja pulang dari salatiga karena menyelesaikan project dengan Jamsostek.
Petualangan pun dimulai, Senin subuh aku sampai di Jakarta dan saat itu aku segera menuju rumah omku di Jakarta Selatan, perjalanan dari stasiun menuju rumah lumayan juga. kemudian selasa pagi, aku berangkat menuju kawasan Sudirman karena aku ada jadwal interview. Sebelum interview, aku bertemu dengan Mas Mamat. Seorang teman yang sudah seperti saudara sendiri. Dia meminjamiku dasi karena aku lupa membawa dasi dari Jogja. Waktu itu selasa pukul 8.45, aku menuju sebuah gedung mewah mungkin dengan ketinggian lebih dari 25 lantai. Dalam hatiku berkata "wuih gedungnya bagus, tinggi lagi". Aku tersenyum kemudian, dalam benak pun berkata "Aku orang biasa dari Jogja yang tak pernah terbiasa dengan pemandangan seperti ini". Tapi yang jelas kekampunganku tak boleh muncul. ....
to be continued...