
Sunday, January 27, 2008
Terlalu cepatkah untuk kasmaran?

Sunday, January 20, 2008
Bukan sembarang OB..

Awalnya saya merasa tidak tertarik sama sekali untuk magang di instansi Pemerintah, soalnya pekerjaan di tempat itu bukan lain hanyalah menjadi seorang OB (office boy), yang tiap hari kerjaanya mem-fotocopy berkas-berkas, menge-fax, dan menerima telepon. Untungnya, saya tidak disuruh untuk membuatkan minum dan mempersiapkan buat lunch. Kalau iya, pasti saya langsung keluar dari tempat itu. Mending juga kalau ada Mas sayukti, Mpok odah, Mbak Sashya, Pak Hendra dll, lha ini OB biasa banget....
Dua minggu kemudian, Pak Kepala di tempat saya magang baru kembali dari Jakarta karena beliau satu minggu ada urusan di DEPLU RI. Nah ketika saya ditempatkan satu ruang dengan bapak Kepala, betapa senangnya saya, saya mendapatkan pengalaman yang luar biasa bersama beliau. Beliau mengajarkan bagaimana kita bersikap dengan orang asing yang notabene dari luar negeri, terus mengajarkan bagaimana membuat surat untuk orang asing, menerima tamu-tamu dari luar negeri. Yang paling menyenangkan, ketika beliau mengajak saya untuk belajar maen golf di adisucipto. Dalam hati yang terucap hanyalah, "wah kesampean juga bisa megang stick Golf". Kemudian yang paling kenyang, saat beliau mentraktir saya pada waktu lunch di Malioboro Mall, traktirannya pun tidak hanya sekali-dua kali tapi sering lho...makanya setelah selesai dari magang, berat badan pun malah naik 2 kg. Eits, ternyata dapat uang saku juga dari Instansi pemerintah itu. Wuih senangnya, tak sia-sia awalnya menjadi seorang OB. Kalau saya bandingkan dengan teman-teman saya yang magang di PERTAMINA PUSAT Jakarta, mereka malah tidak mendapatkan uang saku sepeser pun. Memang sepantasnya saya bersyukur....yang terakhir saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kepala yang telah mendidik dan memberikan pengalaman yang luar biasa. Terima kasih.
(penggunaan kata "saya" digunakan, karena postingan ini berhubungan dengan Bapak Kepala)
Thursday, January 10, 2008
Mengejar idealisme di tahun 2008
Sedikit agak terlambat untuk mengucapkan "happy new year", tetapi karena ini berhubung masih dalam tahun Baru 1 Hirjriah jadinya postingan ini belum terlambat. Postingan ini sekaligus untuk menjawab PR dari bunda Ria tempo hari lalu. Tahun baru dah dimulai, perjalanan baru pun segera dimulai. Banyak orang berharap di tahun ini agar mendapatkan kehidupan yang lebih baik, banyak rejeki, begitu pula dengan diriku. Aku ingin idealisme-ku ditahun ini tercapai, mengejar idealisme di tahun 2008. Yang paling penting adalah bagaimana aku bisa lulus kuliah ditahun ini... Doa'ain aku ya!
untuk semuanya, ardhi mohon didoa'in ya semoga bisa lulus tahun ini, soalnya biaya kuliah kan bayarnya semakin mahal...Orangtua mesti berkeringat buat bayar kuliah. ..thank you!

Thursday, January 3, 2008
Menutup cerita di 2007
Satu tahun t'lah berlalu, menuju hari-hari penuh harapan. Meninggalkan kenangan kusam yang tak pernah terjawab sebelumnya. Tetapi sebuah jawaban datang ketika aku mengadu kepada seorang teman. Akhirnya kenangan kusamku terjawab di awal pergantian tahun ini, aku bert'rima kasih kepadanya,seorang yang baru saja menyadarkan hidupku. Aku menyadari bahwa setahun yang lalu aku pernah melangkahkan kakiku ke jalan yang sedikit salah. Menyesal bukanlah jawabannya, karena penyesalan itu tak kan ada habisnya. Yang ada bagaimana kita bangun dari bayang masa lalu kita.
Kini aku mencoba 'tuk meninggalkan kenangan terkusam dalam hidupku. Mencoba untuk tidak mengingat kenangan itu kembali. (Tuhan, tolong lindungi diriku).
Intinya, "Bagaimana sakit dan perihnya diperlakukan oleh seorang yang dulu pernah singgah dihidupku".
Kini aku mencoba 'tuk meninggalkan kenangan terkusam dalam hidupku. Mencoba untuk tidak mengingat kenangan itu kembali. (Tuhan, tolong lindungi diriku).
Intinya, "Bagaimana sakit dan perihnya diperlakukan oleh seorang yang dulu pernah singgah dihidupku".

kau, pergilah jauh dari diriku...
Raihlah apa yang seharusnya bisa kau raih...
Dapatkan apa yang seharusnya bisa kau dapatkan...
menyadari bahwa...
kau bukan orang terbaik 'tuk diriku..
dan aku bukan orang terbaik tuk dirimu...
karena kuyakin jalan hidup kita memang sangatlah berbeda...
(by Ardhi)
Subscribe to:
Posts (Atom)